YOGYAKARTA, SuarapagiNews.com – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat sebanyak 1.407 orang telah mendaftar dalam Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 Panitia Daerah (Panda) DIY.
Angka tersebut terdiri dari 1.135 pendaftar pria dan 272 pendaftar wanita, yang terhimpun selama masa pendaftaran berlangsung sejak 9 hingga 30 Maret 2026. Mencakup pendaftaran secara online sekaligus verifikasi administrasi di tingkat panitia daerah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Komisaris Besar Polisi Ihsan, S.I.K. mengungkapkan hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun oleh Biro SDM Polda DIY terkait proses pendaftaran dan tahapan seleksi yang sedang berlangsung.
“Berdasarkan data sejak 9 hingga 30 Maret 2026, animo pendaftaran mencapai 1.407 orang, terdiri dari 1.135 pria dan 272 wanita,” kata Kombes Pol Ihsan, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Dari total 1.407 pendaftar, distribusi berdasarkan jalur seleksi menggambarkan peta minat calon anggota Polri di Panda DIY. Jalur Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) diikuti oleh 102 orang, terdiri dari 90 pria dan 12 wanita, yang seluruhnya melalui jalur reguler.
Jalur Bintara Polri menjadi yang paling diminati dengan total 1.241 pendaftar, terdiri dari 981 pria dan 260 wanita. Antusiasme tinggi pada jalur ini mencerminkan posisi Bintara sebagai gerbang masuk utama bagi masyarakat umum yang ingin bergabung dengan institusi Polri. Sementara itu, jalur Tamtama Polri menyerap 64 pendaftar online yang seluruhnya berjenis kelamin pria.
Kombes Pol Ihsan menambahkan bahwa saat ini tahapan seleksi yang sedang berlangsung di Panda DIY adalah Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) Awal bagi peserta calon siswa Bintara dan Tamtama.
Sementara itu, peserta calon Taruna/Taruni Akpol telah melangkah lebih jauh dalam alur seleksi. Mereka telah menuntaskan Rikmin Awal dan dilanjutkan dengan Pemeriksaan Kesehatan Tahap I (Rikkes Tahap I) yang telah dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026).
Perbedaan ritme tahapan ini mencerminkan alur seleksi bertingkat yang diterapkan di masing-masing jalur penerimaan, supaya calon Taruna/Taruni Akpol memulai tahap pemeriksaan lanjutan lebih awal karena standar kualifikasi yang lebih tinggi.
Dalam rangka menjamin proses seleksi yang Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH), Polda DIY melibatkan unsur pengawasan internal maupun eksternal secara bersamaan. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda Polda DIY dan Bidpropam Polda DIY.
Adapun pengawasan eksternal melibatkan sejumlah lembaga independen, yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Paksi Katon, UPTD Metrologi Kabupaten Sleman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kependudukan dan Pencatatan Sipil DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY (LLDIKTI V), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) DIY dan Pusat Studi Forensika Digital Universitas Islam Indonesia (UII).
Keterlibatan berbagai lembaga lintas sektor ini menegaskan bahwa proses rekrutmen tidak sekadar dikendalikan secara internal, melainkan diawasi secara terbuka oleh publik dan komunitas profesional.
Selain pengawasan berlapis tersebut, sejumlah tahapan seleksi juga memanfaatkan teknologi informasi guna menjamin objektivitas penilaian. Di antaranya adalah pelaksanaan tes Psikologi dan Akademik yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga hasil tes dapat diketahui secara cepat dan transparan oleh seluruh pihak yang berkepentingan.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat, Panda DIY menyediakan layanan hotline penerimaan Polri melalui WhatsApp di nomor 0813-9277-7745. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan maupun pengaduan terkait proses seleksi melalui barcode pengaduan Bidpropam Polda DIY.
Kombes Pol Ihsan menegaskan, Polda DIY berkomitmen tetap konsisten melaksanakan proses rekrutmen dengan prinsip BETAH, sebagaimana telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami mengimbau apabila masyarakat mengetahui adanya indikasi kecurangan dalam proses rekrutmen ini dapat menginformasikan kepada kami melalui layanan hotline 0813-9277-7745 dan barcode pengaduan Propam untuk segera ditindaklanjuti. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya proses seleksi agar tetap berlangsung dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel sehingga dapat menghasilkan anggota Polri yang berintegritas serta sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
Seruan Polda DIY itu sekaligus menjadi pesan terbuka bahwa proses penerimaan anggota Polri bukan hanya urusan internal institusi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan pengawasan berlapis dan semangat kolektif, seleksi ini diharapkan benar-benar menghasilkan anggota Polri yang berintegritas, sesuai dengan harapan masyarakat luas.
Pewarta : Tim/ Red


