JAKARTA – Momentum silaturahmi antara ulama dan umara kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam sebuah kegiatan silaturahmi nasional yang turut dihadiri Ketua Umum Nasional Wilson Lalengke serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan Nasional, Dudung Abdurachman.
Acara tersebut menjadi ruang dialog dan kebersamaan antara tokoh agama dan pemimpin pemerintahan guna memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di era modern.
Ketua Umum Nasional Wilson Lalengke menyampaikan bahwa hubungan harmonis antara ulama dan umara memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang cerdas, toleran, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
“Sinergi ulama dan umara sangat penting untuk membentuk masyarakat yang berwawasan luas, kritis, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan serta toleransi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan Nasional. Kehadiran Dudung dinilai memperkuat pesan bahwa stabilitas keamanan dan persatuan bangsa memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama.
Silaturahmi ulama dan umara dinilai memiliki sejumlah fungsi penting, di antaranya membangun masyarakat yang cerdas dan toleran melalui pemahaman nilai-nilai keagamaan yang moderat serta kebijakan pemerintah yang mendukung persatuan.
Selain itu, kerja sama keduanya juga dinilai efektif dalam menghadapi tantangan ideologi transnasional yang berpotensi memicu polarisasi di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang kuat antara tokoh agama dan pemerintah, berbagai potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Tak hanya itu, sinergi ulama dan umara juga berperan dalam menjaga keutuhan bangsa dengan memberikan panduan moral, spiritual, serta kebijakan yang melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan dan provokatif.
Kolaborasi ini juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan lembaga keagamaan. Melalui kerja sama yang solid, keduanya dapat melakukan pengawasan sosial secara konstruktif demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
Dalam konteks sejarah Indonesia, peran ulama dan umara telah terbukti menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan hingga menjaga persatuan bangsa. Oleh karena itu, sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
Acara silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas, persatuan, serta nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman.
Pewarta : Tim/Red


