Semarang – Dugaan aksi perundungan brutal terjadi di lingkungan kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Seorang mahasiswa berinisial A (20), yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 30 mahasiswa lainnya.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di area kampus pada malam hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula dari cekcok yang diduga dipicu persoalan internal antarmahasiswa. Namun situasi memanas hingga berujung aksi kekerasan secara bersama-sama.
Korban dikabarkan mengalami luka cukup serius, di antaranya patah hidung dan dugaan gegar otak. Ia sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka di bagian wajah dan kepala setelah menjadi sasaran pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi.
Sejumlah saksi menyebut korban sempat tersungkur dan tidak berdaya saat pengeroyokan berlangsung. Hingga kini, keluarga korban disebut telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.
Pihak kampus Undip menyatakan tengah melakukan penelusuran internal terkait dugaan kekerasan tersebut. Kampus menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk perundungan maupun kekerasan di lingkungan akademik.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan kekerasan dan budaya perundungan di lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang. Aparat kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Pewarta :Tim/ Red


