DEMAK,SuaraPagiNews.com — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pelayanan kurang baik terhadap pasien di RSUD Sunan Kalijaga beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/3/2026) di ruang Poli Mata rumah sakit setempat.
Humas RSUD Sunan Kalijaga Demak, Kusmanto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut tidak seperti yang tergambar dalam video yang beredar.
“Peristiwa itu terjadi di Poli Mata. Saat itu pasien ditangani oleh dr Debby Asmawati, SpM,” ujar Kusmanto kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, dokter yang bersangkutan tidak bermaksud membentak pasien. Menurut dia, intonasi suara yang terdengar keras dipengaruhi karakter berbicara sehari-hari.
“dr Debby Asmawati bukan membentak. Perlu dipahami, beliau berasal dari Jawa Timur sehingga karakter suaranya cenderung tegas. Namun tidak ada niat membentak pasien,” kata Kusmanto.
Ia menjelaskan, saat pemeriksaan berlangsung, dokter meminta pasien membuka mata untuk memastikan tidak terjadi infeksi akibat serpihan yang diduga masuk ke mata pasien.
“Permintaan itu semata-mata untuk kepentingan medis, karena dikhawatirkan terjadi infeksi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak rumah sakit telah mengambil langkah klarifikasi dengan menemui keluarga pasien.
“Kami sudah bertemu dengan keluarga pasien. Jika terjadi miskomunikasi, kami menyampaikan permohonan maaf. Pertemuan berlangsung baik dan kedua belah pihak sudah saling memahami,” kata Kusmanto.
Ia menambahkan, manajemen rumah sakit akan terus melakukan evaluasi internal dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh pegawai agar pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama.
Direktur RSUD Sunan Kalijaga Demak, dr Nugroho Aris Kusuma, M.Kes, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah memanggil dokter yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait video yang beredar.
“Benar ada kejadian itu. Kami sudah memanggil yang bersangkutan dan meminta penjelasan. Dokter menyampaikan tidak ada maksud membentak, melainkan meminta pasien membuka mata untuk pemeriksaan karena khawatir terjadi infeksi,” ujar Aris Kusuma.
Ia memastikan manajemen rumah sakit berkomitmen menjaga kualitas pelayanan serta memperbaiki komunikasi antara tenaga medis dan pasien guna mencegah kesalahpahaman serupa di kemudian hari.(Adhi).


