Sinergi Kemenimipas–BNN Mengguncang! Agus Andrianto Siap Sikat Mafia Narkoba di Lapas Tanpa Ampun

SUARA PAGI
3 Min Read

Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026) – Komitmen tegas dalam memberantas peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan kembali ditegaskan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi Ario Seto, di Kantor Kementerian Imipas, Jakarta Selatan.

Pertemuan strategis ini berfokus pada penguatan langkah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya yang masih marak terjadi di dalam lapas dan rutan.

Dalam audiensi tersebut, kedua pimpinan lembaga sepakat mempererat sinergi untuk membongkar jaringan mafia narkoba yang beroperasi dari balik jeruji besi, termasuk yang melibatkan narapidana maupun oknum petugas.

Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran terkait narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Ia menyatakan siap mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat.

“Tidak ada kompromi. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut menunjukkan tantangan besar yang dihadapi. Dari total 271.468 penghuni lapas dan rutan di seluruh Indonesia, sebanyak 53,9 persen atau sekitar 146.282 orang merupakan narapidana dan tahanan kasus narkoba.

Sebagai langkah konkret, Kemenimipas telah melakukan berbagai upaya, di antaranya memperketat sistem pengamanan untuk menutup celah penyelundupan. Tercatat, lebih dari 140 upaya penyelundupan narkoba berhasil digagalkan.

Selain itu, narapidana dengan risiko tinggi, khususnya bandar narkoba, terus dipindahkan ke lapas dengan tingkat keamanan super ketat seperti di Pulau Nusakambangan guna memutus jaringan komunikasi mereka.

Tak hanya menyasar narapidana, Kemenimipas juga memperketat pengawasan terhadap petugas. Oknum yang terbukti terlibat akan dikenakan sanksi tegas, mulai dari tindakan disiplin hingga proses hukum.

Dalam upaya pemberantasan ini, sinergi lintas lembaga juga diperkuat melalui kerja sama dengan Polri dan TNI dalam operasi penindakan dan penyidikan.

Sementara itu, Kepala BNN Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menghadapi persoalan narkoba yang semakin kompleks.

“Penanganan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus diimbangi dengan pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain langkah represif, kedua lembaga juga sepakat untuk memperkuat program rehabilitasi bagi para penyalahguna narkoba, sebagai upaya pemulihan agar mereka tidak kembali terjerumus setelah kembali ke tengah masyarakat.

Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam memerangi mafia narkoba, termasuk yang beroperasi di dalam lapas. Sinergi Kemenimipas dan BNN diharapkan mampu memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.

 

Pewarta : Humas / Red

Share This Article
Tidak ada komentar