JEMBER,Suarapaginews.com
Rencana pemèrintah yang akan menerapkan sistem pembelajaran Daring pada bulan April 2026 mendapatkan respon dari PGRI Kabupaten Jember yang disampaikan oleh ketua PGRI Jember Husnul Yaqin,S.Pd.M.Pd.
Husnul Yaqin menyampaikan terkait rencana pemerintah yang akan memberlakukan proses belajar mengajar dengan sistem daring atau PJJ untuk efisiensi BBM. PGRI Kabupaten Jember menyampaikan hasil kajian yang dilakukan oleh PGRI Kabupaten Jember bersama pengurus cabang se Kabupaten Jember.
Berdasarkan hasil kajian PGRI Kabupaten Jember disampaikan bahwa pembelajaran daring pelaksanaannya tidaklah maksimal bahkan dampaknya sangat fatal terhadap kualitas hasil pembelajaran daring berdasarkan pengalaman dengan adanya Covid 19. Kalau era Covid 19 pembelajaran daring diperlukan untuk menghindari bahaya penyebaran virus mematikan sedangkan pemberlakuan daring yang sekarang bertujuan untuk efisiensi BBM.
Kalau tujuannya untuk efisiensi BBM maka pembelajaran daring tidaklah tepat untuk diterapkan mengingat dengan adanya sistem penerimaan siswa baru dengan sistem Zonasi, jarak tempuh ke sekolah tidaklah jauh. Penerapan sistem Daring tidak serta merta diberlakukan kepada semua sekolah mengingat tidak semua dalam KBM itu membutuhkan BBM.
Jenjang pendidikan TK, SD, SMP siswanya tidak jauh dari rumah dengan adanya zonasi dan kalaupun agak jauh bisa ditempuh dengan bersepeda ontel atau sepeda listrik. Jadi program pembelajaran daring atau PJJ tidaklah tepat kalau diterapkan pada jenjang pendidikan TK,SD dan SMP. Kalau jenjang pendidikan SMA atau Universitas bisa saja diberlakukan sistem pembelajaran daring atau PJJ.
Ketua PGRI Jember Husnul Yaqin berharap kepada pemerintah agar program daring atau PJJ ini tepat sasaran, kalau memang dibawah itu tidak membutuhkan BBM mengapa diberlakukan PJJ??? Ini yang perlu dipahami oleh pemerintah dan memperhatikan fakta dilapangan. Selain itu masih ada cara lain yang bisa diberlakukan untuk efesiensi BBM seperti gerakan bersepeda ontel yang bisa menyehatkan tubuh dan gerakan memakai sepeda.listrik, pungkas Husnul Yaqin.
pewarta:slamet


