Wabub Jember menanggapi laporan petani di desa Ajung serangan hama tikus.

SUARA PAGI
3 Min Read

Jember – Wakil Bupati Jember memberikan perhatian serius terhadap tingginya risiko kerugian yang dihadapi para petani akibat cuaca ekstrem dan serangan hama. Beliau menegaskan bahwa kepemilikan asuransi pertanian bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga petani.

​Hal ini disampaikan Wabup Jember saat melakukan kunjungan lapang tanpa protokoler di desa Ajung Kecamatan Ajung. Wabup menanggapi laporan petani mengenai sejumlah lahan pertanian yang terdampak anomali cuaca di beberapa kecamatan dan serangan hama tikus selama 2 tahun ini. Menurutnya, tanpa perlindungan asuransi, kegagalan panen dapat menjerumuskan petani ke dalam jeratan hutang.

​Jaring Pengaman Modal Kerja
​Wabup Djoko Susanto menjelaskan bahwa skema asuransi, seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), dirancang untuk memberikan perlindungan jika terjadi kerusakan lahan mencapai 75% atau lebih. Dengan klaim asuransi, petani memiliki modal kembali untuk menanam pada musim berikutnya sehingga petani tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan seperti banjir atau kekeringan dan serangan hama.

Lebih lanjut Wabup Djoko Susanto menyampaikan untuk mengurangi ketergantungan petani pada bantuan sosial darurat yang sifatnya terbatas, kita tidak ingin melihat petani kita jatuh miskin karena faktor alam. Asuransi adalah ‘sentuhan’ perlindungan yang memastikan bahwa ketika alam tidak bersahabat, modal mereka tetap aman untuk memulai kembali,” ujar Wakil Bupati.

​Edukasi dan Aksesibilitas
​Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) diminta untuk terus memasifkan sosialisasi mengenai pentingnya premi asuransi yang sebagian besar sudah disubsidi oleh pemeritah. ​Wabup berharap kelompok tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) lebih proaktif dalam mendaftarkan anggotanya. “Premi yang dibayarkan sangat kecil jika dibandingkan dengan manfaat perlindungan yang didapat. Ini adalah investasi cerdas bagi sektor pertanian kita,” terang Wabup Djoko Susanto.

​Wabup Jember Djoko Susanto berharap kedepan, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan cakupan lahan pertanian yang terproteksi asuransi dapat terus meningkat. Dengan demikian, Jember tidak hanya tangguh secara produksi, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi yang kuat di tingkat petani.

Sementara itu Abdul Faseh salahsatu petani mengucapkan terimakasih atas kunjungan wabup Djoko Susanto yang langsung berinteraksi dengan petani terkait permasalahan petani. Kami berharap anggaran pertanian jangan sampai lebih kecil dari anggaran serap aspirasi karena petani merupakan penopang utama ekonomi kerakyatan.

Pewarta : Slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar