SDN Antirogo 04 Sumbersari Gelar Aksi Sosial Berbagi Takjil dan Bukber

SUARA PAGI
3 Min Read

Jember – SDN Antirogo 04 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember menggelar aksi berbagi takjil Ramadhan dan buka puasa bersama yang dimulai pukul 16.30 WIB melibatkan siswa kelas 4, 5, 6, dewan guru dan tenaga kependidikan. Sekitar tujuh puluhan siswa didampingi KS, dewan guru dan tenaga kependidikan menebar kebaikan berbagi takjil dipinggir jalan Pangandaran depan SDN Antirogo 04 Sumbersari sore menjelang magrib, Jumat 06/04/2026.

Dalam waktu singkat ratusan takjil ludes dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas depan sekolah. Senyum ceria terpancar dari wajah para siswa saat menyodorkan paket berbuka puasa kepada para pengguna jalan. Setelah selesai berbagi takjil giat Ramadhan 1447 H dilanjutkan dengan foto bersama dan buka puasa bersama dan sholat magrib berjama’ah di Musholla Darussalam SDN Antirogo 04 yang diawali dengan ceramah agama oleh guru PAI Moh.Hafid.

Kepala SDN Antirogo 04 Sumbersari Henny Resmita Retno,SPd menyampaikan kegiatan yang kita laksanakan hari ini, bukan sekedar rutinitas tahunan tetapi kita sedang belajar “Laboratorium Kehidupan” tentang empati saat anak-anak memberikan takjil kepada pengguna jalan, tentang kebersamaan bahwa SDN Antirogo 04 adalah satu keluarga yang solid antara guru, orangtua dan murid, tentang rasa syukur bahwa didalam rezeki yang kita miliki ada hak saudara kita yang membutuhkan, terang Henny Resmita.

Kepada siswa SDN Antirogo 04 Sumbersari saya berharap simpanlah momen hari ini dalam ingatan kalian. Jadilah pribadi yang ringan tangan dan peduli terhadap sesama. Semoga apa yang kita berikan hari ini, sekecil apapun itu menjadi catatan amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi sekolah kita tercinta keluarga besar SDN Antirogo 04, ungkap Henny Resmita.

Sementara itu guru PAI SDN Antirogo 04, Moh.Hafid dalam ceramahnya menyampaikan firman Alloh surat Al Baqoroh 183 bahwa perintah berpuasa ditujukan kepada orang yang beriman bukan kepada orang Islam semata karena tidak semua orang Islam mendirikan sholat, tidak semua orang Islam melaksanakan ibadah puasa. Makanya Alloh menyapa ummatnya yang beriman, biasa beribadah bukan dengan Ya Ayyuhal Musliman tetapi Ya Ayyuhal Ladina Amanu, terang Moh. Hafid.

Lebih lanjut Moh. Hafid menerangkan pelaksanaan ibadah puasa sebagai pembelajaran agar kita merasakan seperti saudara kita yang hidupnya kekurangan setiap harinya hanya makan satu kali. Bulan Ramadhan ini merupakan bulan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT dan keimanan sosial kepedulian kepada saudara kita yang fakir dan miskin agar hati kita ini tidak sombong merasa diri ini hebat. Apalah artinya mempunyai pangkat derajat tetapi tidak bisa memberi manfaat pada orang lain, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang senantiasa memberi manfaat kepada orang lain”, pungkas Moh. Hafid.

Pewarta : yulia tuningsih

Share This Article
Tidak ada komentar