Jember – Merespons musibah banjir bandang yang menerjang pemukiman warga dusun Glundengan Kepiring Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember pada hari Rabu,4 Maret 2026 pagi hari Camat Panti bersama jajaran tim gabungan yang terdiri dari Muspika, Dinas Sosial, BPBD, pemadam kebakaran, Tagana dan Destana bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di Desa Suci, Kecamatan Panti, hari ini, Rabu 04/03/2026.
Kepala Dusun Glundengan Desa Suci Sutrisno menjelaskan gemuruh suara aliran sungai Kaliputih dan banjir ini terjadi ketika warga sedang menyantap makan sahur sekitar pukul 03.30 WIB
Aliran air dari anak sungai Kaliputih tiba-tiba membawa material lumpur pekat bercampur kayu dan endapan hutan menuju permukiman warga melintas di RT 2 RW 3 Dusun Glundengan. Sekitar pukul 05.20 WIB air bercampur lumpur meluap ke jalan dan pemukiman warga karena jembatan tersumbat kayu sehingga air meluber ke jalan dan permukiman,” ujar Sutrisno
Hendra Kusuma,S.Sos Camat Panti menyampaikan aksi tanggap darurat ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama pangan dan perlengkapan medis, terpenuhi di tengah kondisi sulit pasca-bencana.
Penyaluran bantuan di lokasi utama bencana di Dusun Gelingseran Kepiring desa Suci yang terdampak paling parah. Adapun jenis bantuan antara paket sembako dan air bersih untuk korban terdampak sejumlah 3 rumah dan terpapar bencana 10 rumah.
Selain bantuan sembako dan air bersih, Muspika, Kades Suci bapak Suyuti bersama pernagkat desa dan masyarakat dibantu 2 unit mobil pemadam kebakaran dari posko Rambipuji dan Mako PMK melaksanakan kerjabakti membersihkan jalan yang tidak bisa dikewati karena genangan lumpur, ungkap Hendra Kusuma.
Camat Panti Hendra Kusuma menegaskan bahwa
”Kami hadir di sini bukan sekadar menyerahkan bantuan fisik, tetapi untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan pembersihan akses jalan agar aktivitas ekonomi bisa segera pulih,” ujar Camat Panti di sela-sela peninjauan lokasi.
Saya menghimbau kepada warga untuk tetap waspada jika cuaca mulai memburuk mengingat curah hujan di kecamatan Panti masih cukup tinggi diwilayah hulu. Adapun pelajaran yang bisa kita petik dari musibah ini adalah marilah kita menjaga alam dan lingkungan kita agar musibah tidak terulang kembali, pungkas Hendra Kusuma.
Pewarta : Slamet raharjo


