Pekalongan – Rangka demi rangka baja mulai tersusun di atas Sungai Grugag, Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Di lokasi itu, prajurit Kodim 0710/Pekalongan bersama masyarakat bekerja tanpa lelah membangun kembali Jembatan Gantung Garuda yang menjadi urat nadi penghubung Desa Sawangan dan Desa Harjosari. Semangat gotong royong tampak nyata, menyatu antara TNI dan warga demi memulihkan akses yang sempat terputus.
Sebelumnya, jembatan tersebut ambrol akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Kamis malam, 15 Januari 2026. Debit air sungai yang meningkat tajam menggerus fondasi hingga jembatan tidak lagi dapat digunakan. Sejak saat itu, warga harus memutar melalui jalur yang lebih jauh untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal, jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter ini sangat vital bagi sekitar 1.034 Kepala Keluarga. Kehadirannya bukan hanya mempersingkat jarak tempuh, tetapi juga memperlancar roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di dua desa tersebut.
Kini harapan kembali tumbuh. Hingga Jumat (27/2/2026), progres pembangunan telah mencapai 81 persen dan pengerjaan terus dikebut agar segera dapat dimanfaatkan warga. Secara rinci, pembersihan lahan telah mencapai 85 persen dan pengecoran pondasi 95 persen, sementara pemasangan pylon berjalan 50 persen. Adapun pekerjaan perataan lahan, perambuan, penggalian pondasi, lantai kerja, pemasangan trucuk, pembesian pondasi hingga begisting telah rampung 100 persen. Dengan selesainya pembangunan nanti, waktu tempuh masyarakat diperkirakan dapat dipangkas sekitar 10 hingga 15 menit, sehingga aktivitas menjadi lebih efisien dan aman.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kembali harapan dan kepercayaan. Kebersamaan antara prajurit dan warga menunjukkan bahwa di tengah tantangan alam, semangat persatuan mampu menjadi jembatan yang sesungguhnya—menghubungkan bukan hanya dua desa, tetapi juga kepedulian dan masa depan yang lebih baik.
Pewarta : Pendam IV/Diponegoro


