Banyumas – Suara cangkul yang menghantam tanah berpadu dengan gemericik air sungai yang mengalir tenang di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor. Di RT 01 RW 03, pagi yang cerah menjadi saksi bagaimana harapan mulai dibangun dari tepian sungai. Prajurit Kodim 0701/Banyumas berdiri berdampingan dengan perangkat desa dan masyarakat, merintis pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda.
Jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi sekitar empat meter itu mungkin tampak sederhana. Namun bagi 2.090 kepala keluarga atau sekitar 8.000 jiwa, bentangan tersebut akan menjadi urat nadi baru. Dari jalur itulah hasil panen diangkut, anak-anak melangkah menuju sekolah, warga menjangkau Puskesmas dan kantor pemerintahan, serta konektivitas RW 01 dan RW 03 terhubung kembali. Bahkan desa-desa sekitar seperti Karangdadap dan Pekaja akan merasakan manfaatnya sebagai akses menuju Kalibagor.
Tahap demi tahap pekerjaan mulai dituntaskan. Pembersihan lahan dan perambuan di sisi selatan sungai telah rampung 100 persen, begitu pula penggalian tanah di sisi selatan dan utara. Area sebelah barat sungai juga telah disiapkan sepenuhnya. Persiapan itu menjadi pondasi awal sebelum konstruksi utama berdiri kokoh di atasnya.
Namun perjalanan belum sepenuhnya mulus. Pekerjaan struktur seperti pondasi footplat beton K-350, pondasi cyclop, blok kait angin, perakitan tower sling, cakar ayam (flootplate), hingga pemasangan baseplate dan angkur masih menunggu realisasi. Rencana pengecoran pondasi konstruksi bawah telah disusun, tetapi pelaksanaannya terkendala dukungan anggaran. Target progres 25,92 persen untuk tahap ini sementara terealisasi 23,95 persen, dengan deviasi minus 1,97 persen.
Meski begitu, semangat di lapangan tidak surut. Dalam kondisi cuaca yang dinamis kolaborasi tetap terjalin erat. Situasi pembangunan berlangsung aman dan terkendali, tanpa kendala menonjol.
Bagi warga Kalibagor, jembatan ini bukan hanya rangka baja dan beton. Ia adalah simbol kemudahan yang dinantikan, efisiensi yang diharapkan, dan keselamatan yang dibutuhkan. Ketika Jembatan Gantung Perintis Garuda nanti berdiri sempurna, ia akan menjadi lebih dari sekadar penghubung dua sisi sungai—ia akan menjadi penanda bahwa dari kerja bersama, masa depan bisa dirintis dan diwujudkan.
Pewarta : Pendam IV/Diponegoro


