Magelang – Di atas aliran Sungai Kanci, tepatnya di Dusun Kaliduren, Desa Sukodadi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, rangka baja mulai membentang perlahan. Di sanalah anggota Kodim 0705/Magelang bersama masyarakat bekerjasama membangun Jembatan Gantung “Garuda” guna menjadi penghubung antara Dusun Kaliduren dan Dusun Pongangan yang selama ini dipisahkan derasnya arus sungai dan medan yang tak selalu bersahabat.
Bagi warga, sungai bukan sekadar bentang alam, melainkan batas aktivitas. Saat debit air meningkat, perjalanan menuju dusun seberang menjadi tantangan. Anak-anak sekolah, petani, hingga pedagang harus menunggu surut atau memutar cukup jauh. Kini, harapan itu menggantung kokoh di atas bentangan sepanjang 35 meter yang dirancang khusus untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Pembangunan Jembatan Gantung “Garuda” ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan jembatan gantung di wilayah Kodam IV/Diponeoro, khususnya di Yogyakarta dan Kedu. Model gantung dipilih karena lebih adaptif terhadap kondisi geografis serta mampu diselesaikan dalam waktu relatif singkat dibandingkan konstruksi beton, tanpa mengurangi aspek keamanan dan fungsi.
Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama warga bekerja bahu-membahu. Progres pembangunan hingga Senin 23/2/2026 telah mencapai 68,40 persen. Sejumlah tahapan krusial telah rampung, di antaranya pemasangan bouplank 100 persen, pembersihan lahan di sekitar jembatan 100 persen, serta penggalian lubang anchor bentangan 100 persen.
Tahap konstruksi lainnya juga terus dikebut. Pengelasan gapura telah mencapai 72,5 persen, sementara pembuatan deadman sebagai penahan utama struktur jembatan telah mencapai 83,5 persen. Setiap persentase kemajuan bukan sekadar angka, melainkan langkah nyata menuju kemudahan akses dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kelak ketika Jembatan Gantung “Garuda” ini resmi difungsikan, ia bukan hanya menjadi penghubung fisik antara Dusun Kaliduren dan Dusun Pongangan. Ia akan menjadi simbol keterhubungan, kerja sama, dan harapan baru bagi warga di tepian Sungai Kanci, Kabupaten Magelang.
Pewarta : Pendam IV/Diponegoro


