Semarang – Satu tahun pemerintahan Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin di Semarang diwarnai dengan fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia serta pembenahan infrastruktur pengendali banjir dan rob. Dalam pemaparan capaian kinerja yang digelar di Balai Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, pasangan kepala daerah tersebut menyampaikan bahwa sejumlah indikator makro menunjukkan tren perbaikan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) disebut mengalami kenaikan sebagai hasil dari intervensi terukur di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Pemerintah Kota Semarang menitikberatkan kebijakan pada penguatan layanan dasar, termasuk peningkatan akses pendidikan bagi kelompok rentan, optimalisasi layanan kesehatan primer, serta penguatan jaring pengaman sosial.
“Kami meletakkan fondasi pembangunan pada peningkatan kualitas manusia. Tanpa itu, pembangunan fisik tidak akan memiliki daya ungkit jangka panjang,” ujar Agustina dalam paparannya.
Infrastruktur Pengendali Banjir dan Rob Diprioritaskan
Di sisi lain, persoalan rob dan genangan yang selama ini menjadi tantangan struktural kota pesisir seperti Semarang mendapat perhatian serius. Pemerintah kota melakukan normalisasi drainase, peningkatan kapasitas pompa air, serta penguatan sistem pengendalian air di titik-titik rawan.
Iswar Aminuddin menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak bersifat reaktif, melainkan berbasis perencanaan teknokratis dan pemetaan kawasan prioritas. Hasilnya, sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami genangan berkepanjangan dilaporkan mengalami penurunan durasi dan intensitas.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ketahanan kota terhadap perubahan iklim dan tekanan lingkungan pesisir.
Reformasi Birokrasi dan Penguatan Ekonomi Lokal
Selain sektor layanan dasar dan infrastruktur, reformasi birokrasi juga menjadi agenda utama. Digitalisasi pelayanan publik dan penyederhanaan prosedur administrasi diklaim meningkatkan efisiensi serta transparansi tata kelola pemerintahan.
Pada sektor ekonomi, pemerintah mendorong penguatan UMKM dan ekonomi berbasis komunitas sebagai pilar pertumbuhan. Langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Tantangan dan Agenda Ke Depan
Meski sejumlah capaian telah dipaparkan, Agustina mengakui tantangan ke depan masih signifikan, terutama dalam penanganan banjir jangka panjang dan pemerataan kesejahteraan antarwilayah.
Tahun pertama, menurutnya, merupakan fase konsolidasi dan peletakan dasar kebijakan. Tahun berikutnya akan difokuskan pada percepatan implementasi program strategis serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dengan capaian awal yang diklaim menunjukkan tren positif, pemerintahan Agustina–Iswar menargetkan pembangunan Kota Semarang yang lebih resilien, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.


