Seringnya terjadi bencana banjir tokoh masyarakat fatihul ulum bersama masyarakat menanam pohon di lahan kritis

SUARA PAGI
2 Min Read

Jember – Pemerhati Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Fatihul Ulum mengajak masyarakat dan dinas terkait menanam pohon di lahan kritis untuk mencegah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

Ulum yang merupakan Tokoh Masyarakat dari desa Curahkalong, kecamatan Bangsalsari, kabupaten Jember, Sabtu 14-02-2026, mengatakan bahwa gerakan menanam pohon ini sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus melindungi kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) agar tidak kritis.

Menurutnya, melindungi hutan dan DAS merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah untuk menjaga stabilitas iklim, ketahanan pangan dan keanekaragaman hayati.karena pohon merupakan sahabat kita dalam menjaga keseimbangan alam.

Banyaknya lahan kritis yang ada di Bumi Jember itu sebagian besar disebabkan oleh ulah oknum masyarakat yang melakukan perambahan atau penebangan hutan secara liar.

Alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan pun turut menyumbang banyaknya lahan kritis hingga menyebabkan beberapa tempat di kabupaten jember, kerap dilanda bencana banjir dan tanah longsor saat musim hujan.

Oleh sebab itu, kata dia saudara Ulum, gerakan menanam pohon ini dilakukan sebagai upaya menyelamatkan lahan kritis agar kembali produktif sekaligus melestarikan kawasan hutan lindung dan DAS supaya tetap lestari.

“Dengan seringnya terjadinya bencana banjir di kabupaten Jember yang mengakibatkan terdampaknya rumah warga selama ini, insyaallah dengan adanya gerakan menanam pohon akan meminimalisir terjadinya bencana banjir.

Adapun bibit yang ditanam mulai dari tanaman alpukat, durian, aren, nangka, petai, hingga buah mangga.
bibit yang ditanam ini adalah jenis pohon produktif memiliki nilai ekologis dan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Melalui gerakan menanam pohon diharapkan dapat menjadikan Bumi Jember lebih hijau dan lestari sekaligus mengurangi risiko bencana alam akibat lahan kritis.

“Dengan adanya penghijauan diharapkan dapat mengurangi risiko bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi di beberapa daerah, terutama di Kabupaten Jember,” tegasnya.

 

Pewarta : Slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar