Warga Desa Bumi Etam Desak PT Ganda Alam Makmur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

SUARA PAGI
3 Min Read

KUTAI TIMUR – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu, menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM), Selasa (21/1/2026).

Aksi tersebut menuntut komitmen perusahaan dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal, masyarakat adat, serta putra daerah Kalimantan.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah mereka memberikan kesempatan kerja yang adil bagi masyarakat sekitar.

Koordinator aksi, Erwin Santoso, menegaskan bahwa selama ini masyarakat pribumi dan warga lokal hanya menjadi penonton di tengah masifnya aktivitas pertambangan di wilayah Desa Bumi Etam dan sekitarnya.

Ia menilai terdapat ketimpangan serius dalam penyerapan tenaga kerja, di mana banyak posisi justru diisi oleh pekerja dari luar Pulau Kalimantan.

“Kami meminta agar masyarakat pribumi, masyarakat adat, dan putra daerah Kalimantan jangan hanya jadi penonton di rumah sendiri. Faktanya, masih banyak tenaga kerja dari luar daerah, padahal masyarakat lokal punya kemampuan dan kemauan untuk bekerja,” tegas Erwin dalam orasinya.

Tiga Poin Tuntutan Utama
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen PT GAM, di antaranya:

Prioritas Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal
Meminta perusahaan membuka akses seluas-luasnya dan mempermudah proses rekrutmen bagi masyarakat lokal dan pribumi di sekitar wilayah operasional.

Transparansi Komposisi Tenaga Kerja
Mendesak PT GAM untuk melakukan evaluasi dan membuka data perbandingan jumlah tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja dari luar daerah.
Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Adat
Meminta perusahaan lebih memperhatikan eksistensi, hak, serta kesejahteraan masyarakat adat yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.

Erwin menambahkan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas bersama Masyarakat Kukaur Bersatu agar investasi yang masuk ke Kutai Timur, khususnya di Kecamatan Kaubun, benar-benar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat asli.

“Kami berharap manajemen PT GAM membuka diri dan memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal untuk berkontribusi. Jangan sampai kami yang berada paling dekat dengan wilayah operasional justru dipersulit,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan masyarakat masih menunggu langkah konkret serta jawaban resmi dari pihak manajemen PT Ganda Alam Makmur terkait tuntutan yang telah disampaikan.

Narasumber :

Erwin Santoso – Koordinator Aksi

Penulis:

Usupriyadi | Tim

Share This Article
Tidak ada komentar