DJ Moniq “Galau” Ditangkap Polisi Usai Tampil di Club Surabaya, Diamankan dengan Barang Bukti Sabu

SUARA PAGI
2 Min Read

SURABAYA – Dunia hiburan malam Surabaya kembali diguncang. Seorang disc jockey (DJ) ternama yang dikenal dengan slogan “galau”, DJ Moniq, diamankan aparat kepolisian usai menghibur pengunjung di Triple X Club, Jalan Kedungdoro, Surabaya, Kamis (8/1/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

DJ Moniq ditangkap oleh anggota Unit III Satres Narkoba Polrestabes Surabaya bersama dua rekannya setelah polisi menerima informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Kasatres Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Dodi Pratama, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, penindakan dilakukan setelah petugas melakukan pendalaman atas laporan yang diterima.

“Benar, yang bersangkutan diamankan. Dari hasil penggeledahan ditemukan dua poket sabu sebagai barang bukti,” ujar Kompol Dodi, Jumat (16/1/2026).

Usai mengamankan DJ Moniq di area parkir Triple X Club, petugas kemudian melakukan pengembangan ke kamar kos yang bersangkutan. Di lokasi tersebut, polisi turut mengamankan dua orang rekan DJ Moniq berinisial AP dan JE. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan pipet sisa pakai.

“Ketiganya langsung kami bawa ke Polrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. DJ Moniq mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial NB, yang saat ini masih dalam pengejaran,” jelas Kompol Dodi.

Ia menambahkan, total barang bukti sabu yang diamankan dari ketiga terduga penyalahguna narkoba tersebut kurang dari satu gram. Berdasarkan hasil Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang melibatkan Polrestabes Surabaya, BNN Kota Surabaya, dokter, serta kejaksaan, ketiganya direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi.

“Mereka telah menjalani asesmen pada Senin (12/1/2026) dan diputuskan untuk menjalani rehabilitasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kanit III Satres Narkoba Polrestabes Surabaya AKP Idham Malik mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku mengaku mengonsumsi sabu dengan alasan sebagai obat diet.

“Pengakuannya digunakan supaya kurus,” terang AKP Idham.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius, termasuk di kalangan publik figur dan pelaku industri hiburan malam.

 

Pewarta : Rud/Tim

Share This Article
Tidak ada komentar