Jepara – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, menyebabkan jalur utama desa terputus total.
Akibatnya, ratusan warga terisolir, listrik padam selama dua hari, serta jaringan komunikasi lumpuh.
Sekretaris Desa Tempur, Mahhfud Aly, mengatakan kondisi desa saat ini relatif aman dari ancaman longsor susulan.
Namun, keterisolasian menjadi persoalan utama yang dihadapi warga.
“Situasi di Desa Tempur saat ini bisa dikatakan sudah aman, cuma aksesnya ini terputus total,” ujar Mahfud saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, kebutuhan logistik warga masih tercukupi untuk sementara karena stok masih tersedia di rumah masing-masing. Namun, jika akses jalan tidak segera dibuka, kondisi tersebut dikhawatirkan akan memburuk.
“Kalau kebutuhan logistik di masyarakat masih mencukupi. Tapi kalau akses terputus lama, saya kira memang sangat butuh bantuan, terutama kebutuhan pokok,” jelasnya.
Selain akses jalan, persoalan serius lainnya adalah padamnya aliran listrik. Beberapa tiang listrik roboh akibat longsor, menyebabkan Desa Tempur gelap gulita selama dua hari dua malam.
“Listrik di beberapa titik roboh, sudah dua hari belum bisa nyala. Elektronik mati semua, komunikasi juga kesulitan karena jaringan ikut mati,” terang Mahfud.
Akses Alternatif Tak Bisa Dilalui
Mahfud menambahkan, jalur alternatif menuju Desa Tempur juga tidak dapat dilalui kendaraan. Baik akses dari arah Kembang, Kudus, maupun Medani, seluruhnya terputus akibat longsor.
“Akses utama terputus total, akses alternatif pun lebih sulit dan tidak bisa dilewati kendaraan apa pun,” ujarnya.
Rumah Warga Rusak dan Lahan Pertanian Hanyut
Akibat longsor tersebut, enam rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari dapur jebol hingga rumah rusak total.
Selain itu, dua tiang listrik dilaporkan roboh dan miring.
Data rumah terdampak longsor:
Sanuri (RT 05/02): dapur tergenang lumpur
Ngatemi (RT 05/02): dapur dan kamar tidur jebol
Pasir (RT 01/01): dapur jebol
Klimah (RT 01/01): rusak total
Pairan (RT 01/01): rumah usaha terdampak
Sujak (RT 01/01): dapur jebol, teras roboh, rumah tertimbun material
Data kerusakan tiang listrik:
Pal listrik roboh di titik Gandu (1 unit)
Pal listrik miring di titik Dieng (1 unit)
Tak hanya permukiman, bencana juga berdampak pada sektor pertanian.
Puluhan hektare persawahan di sepanjang Sungai Gelis dilaporkan hanyut terbawa banjir dan material longsor. Hingga kini, total kerugian masih dalam proses pendataan.
Pemerintah desa berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah dan instansi terkait, terutama untuk pembukaan akses jalan, pemulihan listrik, serta bantuan logistik bagi warga terdampak.
Foto: Dok Pemdes Tempur
Sumber: DetikJateng


