Aparat menindak Tegas memberantas aksi premanisme di kabupaten Jember

SUARA PAGI
3 Min Read

Jember, – Puluhan warga, Rabu (7/1/2026) malam, mendatangi Gudang penyimpanan mobil hasil tarikan Deby Collector (DC) di Kelurahan Tegal Besar Kaliwates Jember.

Puluhan warga mendatangi kantor tersebut, setelah mobil jenis honda Brio milik Khoirul Anam warga Desa Karangduren Balung Jember, diambil paksa oleh sekitar 4 orang diduga Deb Collector (DC) saat sedang makan di rest area Jubung Sukorambi Jember.

Selain itu, informasi yang diterima media ini, beberapa barang berharga milik Khoirul Anam yang ada didalam mobil, juga ikut hilang, saat barang barang tersebut berada di kantor DC yang ada di sekitar Ruko Stasiun Jember.

Ahmad Khulaifi SH, kuasa hukum Khoirul Anam yang mendampingi puluhan warga ke Gudang penyimpanan mobil menyatakan, bahwa penarikan paksa oleh sekelompok DC, menunjukkan aksi premanisme di Jember masih ada.

Yang dilakukan oleh sekelompok DC tersebut, bukti nyata cara cara premanisme, dimana DC saat mengambil mobil, berbuat arogan, dengan langsung meminta kunci mobil saat kliennya sedang makan.

“Mereka melakukan perampasan kunci mobil ke klien kami dengan paksa, saat klien kami sedang pesan makanan, mereka ngakunya dari PT. Reva, kemudian klien kami dibawa ke PT. Harmony, dan diminta untuk menandatangani berkas, tapin klien kaki menolak, setelah itu klien kami di suruh naik gojek, sedangkan beberapa barang berharga di dalam mobil ditaruh di kantor PT. Harmony tanpa sepengetahuan klien kami,” ujar Levi panggilan Ahmad Khulaifi. SH.

Saat mengetahui beberapa barang berharga milik kliennya hilang, saat itu juga peristiwa yang dialami kliennya dilaporkan ke Mapolres Jember dengan tanda bukti laporan nomor : STTLPM/23/1/2026/SPKT/POLRES JBR.

“Kami sudah melaporkan apa yang dialami klien kami ke Mapolres Jember, kami sempat komunikasi dengan para gerbolan DC tersebut, terkait beberapa barang berharga klien kami yang hilang, katanya barang tersebut ada di mobil, oleh karenanya kami ke sini (gudang penyimpanan mobil) untuk mengecek barang klien kami,” ujar Levi.

Sayangnya upaya warga untuk mengecek isi mobil yang sudah masuk ke gudang tidak terlaksana, warga hanya ditemui Satpam melalui lubang penghubung yang ada di gerbang gudang.

Levi berharap, aksi aksi premanisne di Jember seperti ini harus ditindak, aparat penegak hukum harus tegas dalam memberantas aksi premanisme di Kabupaten Jember.

“Kami minta, agar aparat menindak tegas aksi aksi premanisme seperti ini, jangan sampai rakyat jadi korban dan bertindak sendiri, ini negara hukum, semua ada aturannya,” pungkas Levi.

Pewarta : Slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar