Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menorehkan capaian gemilang sepanjang tahun 2025 dengan meraih sedikitnya 40 penghargaan dari berbagai lembaga nasional. Deretan apresiasi tersebut menjadi bukti kinerja pemerintahan yang diakui luas. Namun, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir.
“Penghargaan ini adalah pengingat agar setiap kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, serta membuka ruang investasi seluas-luasnya,” ujar Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).
Di sektor pelayanan publik bidang kesehatan, Pemprov Jateng menuai apresiasi melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dinilai sukses menghadirkan layanan kesehatan spesialis hingga ke pelosok desa. Program tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Salah satu indikator nyata adalah angka stunting Jawa Tengah yang berhasil ditekan di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, prevalensi stunting di Jateng tercatat 17,1 persen, lebih rendah dibanding angka nasional yang mencapai 19,8 persen.
Atas capaian ini, Jateng meraih penghargaan Intervensi Spesifik Stunting Terbaik kategori Regional I dari Kementerian Kesehatan.
Tak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group juga menobatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan terbaik dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025.
Sementara di bidang kesehatan lingkungan, Jateng kembali memperoleh penghargaan Swasti Saba 2025 atas konsistensi pembinaan kabupaten dan kota sehat.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemprov Jateng sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut. Pada momentum Hari Antikorupsi Sedunia 2025, Gubernur Ahmad Luthfi juga menerima dua penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pengakuan atas komitmen integritas pemerintahan daerah.
Sementara itu, dalam menjaga stabilitas ekonomi, Jawa Tengah kembali dinobatkan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik kawasan Jawa-Bali 2025. Strategi pengendalian inflasi dilakukan melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik yang intensif. Atas peran tersebut, Ahmad Luthfi juga menerima penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah 2025 dan Pioneer of Economic Empowerment.
Berbagai apresiasi lain turut mengalir, mulai dari Citalokafest 2025 sebagai pendorong aglomerasi Solo Raya, pengakuan sebagai provinsi terbaik dalam program penyediaan perumahan, hingga sejumlah penghargaan di bidang inovasi pemerintahan dan industri hijau.
Bahkan, gagasan Ahmad Luthfi dalam upaya penyelamatan pesisir pantai utara Jawa Tengah dari abrasi melalui program Mageri Segoro berhasil dicatatkan di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Program tersebut menjadi ikhtiar kolektif perlindungan pantai melalui pembangunan tanggul laut terpadu, rehabilitasi mangrove, dan penataan kawasan pesisir.
Deretan penghargaan tersebut menegaskan komitmen Pemprov Jawa Tengah untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Red


