Semarang — Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Semarang dalam percepatan penurunan angka stunting, Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan Genuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Balai Kantor Kelurahan Genuksari, Rabu (17/12/2025) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.45 WIB tersebut diikuti kurang lebih 30 peserta lintas sektor dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Camat Genuk, Didik Agung Mulyana. Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan stunting di wilayah Kecamatan Genuk.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, SH, MH, perwakilan Koramil Genuk Sertu Wahyu, unsur Puskesmas Genuk dan Puskesmas Bangetayu, Ketua LPMK Kecamatan Genuk, Ketua TP PKK Kecamatan Genuk, Ketua UPT PLKB Kecamatan Genuk, Ketua Satgas Penanggulangan Stunting Kecamatan Genuk, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Genuksari.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Genuk Kompol Rismanto, SH, MH turut menyampaikan himbauan kamtibmas kepada seluruh peserta dan perwakilan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kapolsek mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar, mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, miras, dan tindak kriminal lainnya yang dapat berdampak pada keharmonisan keluarga dan tumbuh kembang anak. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya.
Rakor ini membahas langkah-langkah percepatan penurunan stunting sesuai program Wali Kota Semarang, yakni Si Bening (Semua Ikut Bergerak Bersama Menangani Stunting). Dalam paparannya disampaikan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, akibat berbagai faktor seperti kondisi sosial ekonomi, kurangnya asupan gizi pada ibu dan anak, serta infeksi dan penyakit menular.
Berdasarkan data per November, Kecamatan Genuk menempati peringkat ke-8 se-Kota Semarang dengan jumlah kasus stunting sebanyak 134. Melalui kegiatan ini diharapkan informasi dan edukasi dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, agar lebih memperhatikan pemenuhan gizi anak serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sesuai dengan Program Gen B.
Kegiatan Rakor berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan selama pelaksanaan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan tertib.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta elemen masyarakat, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Genuk dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, seiring terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Pewarta : Humas Polrestabes Semarang


