SMPN 1 balung mendapatkan penghargaan Adiwijaya nasional 2025

SUARA PAGI
4 Min Read

Jember.suara paginews .com

SMPN 1 Balung semakin menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah berbudaya peduli lingkungan setelah mendapatkan penghargaan “Sekolah Adiwiyata Nasional 2025” berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup nomor 2923 tahun 2023 yang diserahkan di Jakarta pada tanggal 11 Desember 2025 kepada KS SMPN 1 Balung Moh.Rokhim,SPd.MPd didampingi kepala dinas pendidikan Kabupaten Jember Drs.Hadi Mulyono,MSi. Minggu 14/12/2025

Adiwiyata Nasional.
Kepala Sekolah SMPN 1 Balung, Moh. Rokhim menyampaikan untuk menuju sekolah adiwiyata Nasional tentunya melalui tahapan proses adiwiyata kabupaten Jember dan adiwiyata propinsi Jawa Timur.

Proses menuju Adiwiyata Nasional diusulkan pada tahun 2024 melalui sistem dan manual menggunakan aplikasi SIDIA yairu sistem informasi Adiwiyata yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia untuk memudahkan sekolah dalam mengelola data dan dokumen pendukung program gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS). Aplikasi SIDIA ini menyederhanakan proses registrasi, pengisian profil, input 29 kriteria Adiwiyata serta pemantauan dan evaluasi kegiatan lingkungan hidup disekolah menuju predikat Adiwiyata tingkat nasional maupun mandiri, terang Moh.Rokhim.

Lebih lanjut Moh.Rokhim menyampaikan dengan predikat SMPN 1 Balung sebagai sekolah Adiwiyata Naional satu-satunya yang mendapatkan perhargaan di tahun 2025 semoga menginspirasi warga sekolah di Kabupaten Jember untuk ikut menciptakan gerakan berbudaya peduli lingkungan di sekolah.

Menurut Moh.Rokhim resep suksesnya adalah kebersamaan, komunikasi dan tekad. Tentunya juga adanya keinginan semua pihak mulai kepala sekolah,guru, tendik, murid, wali murid, masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan prilaku hidup sehat disekolah, prilaku cinta pada lingkungan di sekolah.

Adiwiyata cost mahal menurut Moh.Rokhim tidak benar dan tidak butuh biaya besar karena menurut PermenLh No.5 Tahun 2025 yang namanya penghargaan Adiwiyata kita melaksanakan 5 aksi yang tidak butuh biaya besar diantaranya : mengelola sampah menggerakkan SDM yang ada untuk memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya, jangan sampai sekolah memproduksi sampah terutama sampah plastik. Kedua mengelola kebersihan, sanitasi sekolah seperti saluran air, ketiga keragaman hayati, keempat konservasi air dan kelima konservasi energi seperti budaya mematikan listrik jika tidak digunakan, jelas Moh.Rokhim.

Hambatan gerakan Adiwiyata peduli lingkungan disekolah hanya satu yaitu bagaimana semua yang dikerjakan itu terdokumentasikan. Padahal penilaian adiwiyata yang pertama adalah dokumentasi atau administrasi. Mungkin mayoritas sekolah sudah melaksanakan gerakan Adiwiyata tetapi tidak didokumentasikan. Sekolah Adiwiyata tidak harus mempunyai halaman luas semakin kecil semakin mudah mengelolanya yang terpenting semua gerakan peduli lingkungan itu ada dokumentasinya karena itulah yang menceritakan kegiatan apa yang sudah dilakukan di sekolah jelas Moh.Rokhim.

Revitalisasi sekolah.
Lingkungan belajar sekolah semakin nyaman dan sehat selain sebagai sekolah Adiwiyata Nasional juga mendapatkan program revitalisasi bangunan sekolah yang terdiri dari pembangunan 4 ruang kelas baru, rehabilitasi 7 ruang kelas, rehabilitasi ruang kantor, 2 ruang lab, serta pembangunan 2 unit kamar mandi yang terdir 2 putra, 2 putri dan 1 difabel dengan anggaran sebesar Rp4,2 miliar dari APBN tahun 2025.

Untuk program Revitalisasi sekolah SMPN 1 Balung sudah dilaksanakan penilaian oleh bapak Taufik Hidayat dan Hanifa Syafina Team Teknis Revitalisasi kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) dengan hasil keren, bangunan bagus, plavon PVC nilainya diatas rata-rata extra audinary tidak berani bilang sempurna, pungkas Moh.Rokhim

Pewarta.slamet raharjo

Share This Article
Tidak ada komentar