Presiden Prabowo Tinjau Kerusakan Jembatan dan Pengungsian Banjir di Aceh Tenggara, Pastikan Akses Darurat dan Bendungan Dibangun

SUARA PAGI
2 Min Read

Kutacane, Aceh Tenggara — Seusai meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Aceh Tenggara pada Senin, 1 Desember 2025.

Setibanya di Kutacane, Presiden langsung menuju lokasi Jembatan Pante Dona yang putus total akibat banjir besar yang menerjang wilayah tersebut. Kerusakan jembatan yang menjadi jalur vital masyarakat itu menyebabkan ribuan warga terisolasi dan alur distribusi logistik terhenti sepenuhnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan bergerak cepat untuk membuka kembali akses masyarakat. “Kita akan percepat pembangunan akses darurat agar mobilitas dapat segera pulih. Rekonstruksi jembatan permanen akan menjadi prioritas pemerintah agar transportasi dan ekonomi masyarakat dapat kembali bangkit,” ujarnya.

Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kunjungan Presiden ke Kutacane merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Ia menilai kehadiran Presiden Prabowo menjadi penyemangat bagi warga yang tengah dilanda musibah.

Usai meninjau jembatan, Presiden Prabowo bergerak menuju Desa Bambel Baru untuk melihat kondisi ribuan pengungsi yang kini tinggal di tenda-tenda darurat. Sedikitnya 4.080 warga terpaksa mengungsi setelah banjir bandang tiba-tiba merendam permukiman serta fasilitas publik.

Di lokasi pengungsian, Presiden meninjau dapur umum, pos kesehatan, dan area logistik sembari berdialog langsung dengan warga. Salah seorang warga menyampaikan harapan agar pemerintah membangun bendungan guna mencegah banjir yang sering datang saat musim panen.

“Kalau itu yang dibutuhkan masyarakat, kita akan pastikan pemerintah membangun bendungan di wilayah ini,” jawab Presiden Prabowo yang disambut penuh harap oleh warga.

Kunjungan Presiden Prabowo di Aceh Tenggara diharapkan menjadi titik awal percepatan pemulihan infrastruktur, peningkatan mitigasi bencana, serta pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak banjir. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk segera menyalurkan bantuan dan memulihkan akses vital demi kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial warga.

 

Pewarta : Red

Share This Article
Tidak ada komentar