“Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sayung Gegerkan Warga, DLH Demak Ungkap Dugaan Penyebabnya”

SUARA PAGI
2 Min Read

Demak – Warga pesisir Sayung, Kabupaten Demak, digegerkan dengan fenomena ribuan ikan mati yang tiba-tiba mengambang di perairan Desa Bedono. Video kejadian tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @infodemakraya, memperlihatkan banyak ikan berwarna pucat memenuhi tepian pantai.

Unggahan itu menyebut kejadian berlangsung beberapa hari, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak meluruskan informasi tersebut. DLH memastikan fenomena itu baru terjadi pada Kamis malam (27/11/2025).

 

DLH Demak Turun Tangan: Ambil Sampel, Lakukan Uji Lab

Sekretaris DLH Demak, Sudarwanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim tim untuk memeriksa lokasi di Desa Bedono, Dukuh Tonosari, wilayah yang kini difungsikan sebagai persiapan kolam retensi dan bukan tambak produktif.

“Kejadiannya baru tadi malam. Lokasinya di lahan yang sudah tidak produktif, bukan tambak ikan,” jelas Sudarwanto, Jumat (28/11/2025).

Ia menegaskan tim tengah membawa peralatan laboratorium untuk memeriksa kualitas air, termasuk parameter biologi dan teknik lingkungan.

“Teman-teman sudah bawa alat uji lab air. Nanti setelah sampai kantor, hasil lengkap akan kami kabarkan,” lanjutnya.

 

Diduga Terdampak Pembangunan Jalan Tol

Sambil menunggu hasil laboratorium, DLH menyampaikan teori awal mengenai penyebab matinya ribuan ikan tersebut. Sudarwanto menduga fenomena ini berkaitan dengan perubahan kondisi perairan akibat pembangunan jalan tol yang melintasi kawasan pesisir.

“Ini baru teori, ya. Karena tolnya sudah tersambung, muncul cekungan yang membuat sirkulasi air tidak optimal. Air laut dan air payau tidak bisa bertukar seperti biasanya,” terangnya.

Perubahan sirkulasi itu diduga memicu pergeseran salinitas, suhu, dan kualitas air yang membuat ikan tidak mampu beradaptasi.

Jenis Ikan Belum Teridentifikasi

Hingga kini, DLH belum mengetahui jenis ikan apa saja yang ditemukan mati di lokasi. Tim masih menunggu hasil parameter COD, salinitas, hingga analisis lanjutan lainnya.

“Jenis ikan belum tahu. Semua detail akan kami sampaikan setelah uji lab selesai,” kata Sudarwanto

 

Fenomena ini menjadi sorotan warga dan warganet. Masyarakat kini menunggu hasil resmi dari DLH untuk memastikan penyebab pasti kematian massal ikan di pesisir Sayung tersebut.

 

Pewarta : Red

Share This Article
Tidak ada komentar