Demak, 7 November 2025 — Proyek pembangunan jembatan senilai Rp3,9 miliar di Kabupaten Demak tetap dilanjutkan meski sebelumnya sempat menelan korban jiwa. Pemerintah Kabupaten Demak memastikan bahwa pelaksanaan proyek strategis tersebut akan diperketat dalam aspek keselamatan kerja agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Demak, Heri Setiawan, mengatakan proyek jembatan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur konektivitas antarwilayah, yang menghubungkan dua kecamatan vital di kawasan utara.
“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun proyek ini harus tetap berjalan karena menjadi kebutuhan penting masyarakat. Kami sudah instruksikan kepada pihak rekanan agar memperketat standar keamanan dan keselamatan kerja,” ujar Heri, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, proyek yang menelan anggaran Rp3,9 miliar dari APBD Demak Tahun 2025 itu saat ini sudah mencapai sekitar 45 persen progres pekerjaan. DPUPR memastikan seluruh tenaga kerja dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur keselamatan konstruksi.
Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian yang menewaskan satu pekerja akibat kecelakaan di area pengecoran. Kini, sistem pengawasan di lapangan diperketat dan jam kerja diatur agar tidak melebihi batas aman.
Sejumlah warga sekitar mengaku berharap pembangunan jembatan segera selesai agar akses transportasi dan aktivitas ekonomi bisa kembali normal. Selama proyek berlangsung, warga harus memutar cukup jauh untuk menyeberang ke wilayah seberang.
“Kami berharap pembangunan cepat rampung, tapi keselamatan pekerja juga jangan diabaikan,” ujar Suharto (47), warga setempat.
Pemerintah menargetkan proyek jembatan ini rampung pada akhir Desember 2025. Setelah selesai, jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian di wilayah pesisir Demak.


