Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali menggemparkan publik dengan pernyataan tegasnya soal pengelolaan uang negara. Dalam pidatonya baru-baru ini, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan uang hasil pengembalian dari para koruptor untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.
“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan. Jadi, saudara-saudara, saya minta bantu saya semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita, untuk rakyat semua,” ujar Prabowo dengan suara lantang.
Pernyataan ini disambut sorak dan tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir. Sikap tegas tersebut dianggap sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memberantas korupsi sekaligus memastikan dana hasil kejahatan dikembalikan untuk kepentingan rakyat.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa era baru pengelolaan keuangan negara harus bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan bangsa. Ia menilai, selama ini uang rakyat terlalu sering “bocor” akibat praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
“Kalau uang rakyat kita jaga, kalau kita disiplin, Indonesia tidak perlu terus-menerus berutang. Kita bisa bangun negeri ini dengan kekuatan sendiri,” tegasnya.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) sendiri merupakan proyek strategis nasional dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah. Sejak awal peluncurannya, proyek ini kerap menjadi sorotan publik karena beban utang dan biaya operasionalnya yang tinggi.
Langkah Presiden Prabowo yang akan memanfaatkan uang hasil pengembalian koruptor untuk menutup sebagian utang proyek ini dinilai langkah berani dan inovatif. Tak hanya menghemat anggaran, kebijakan ini juga menjadi pesan keras bagi para pejabat negara agar tidak bermain-main dengan uang rakyat.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi simbol awal pemerintahan Prabowo yang berorientasi pada efisiensi, kemandirian ekonomi, dan perang total terhadap korupsi.
Dengan langkah ini, publik berharap pemerintah benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan memastikan setiap rupiah uang negara kembali pada tempatnya — untuk kemakmuran rakyat.
Pewarta : Tim/Red


